RSS

Fasilitasi Kegiatan Pembinaan Perangkat Desa

 


Pendamping Lokal Desa hadir dalam tugas Fasilitasi kegiatan pembinaan perangkat Desa Kreyo oleh Tim Kecamatan Wonotunggal merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan desa. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam menjalankan tugas dan fungsi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, tim kecamatan memberikan materi terkait administrasi pemerintahan, pengelolaan keuangan desa, penyusunan laporan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik. 

Selain itu, dilakukan diskusi dan tanya jawab guna mengidentifikasi kendala yang dihadapi perangkat desa serta merumuskan solusi yang tepat. Melalui pembinaan ini, diharapkan perangkat desa semakin kompeten, disiplin, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga mampu mewujudkan pemerintahan desa yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.


Fasilitasi kegiatan pembinaan Bumdes

 



Pendamping Lokal Desa melakukan Fasilitasi kegiatan pembinaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) oleh Tim Kecamatan Wonotunggal merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dan pengelolaan usaha desa. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan arahan, pendampingan, serta evaluasi terhadap kinerja BUMDes agar lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, tim kecamatan memberikan materi terkait manajemen usaha, administrasi keuangan, serta pengembangan potensi lokal yang dapat dioptimalkan menjadi sumber pendapatan desa. 

Selain itu, dilakukan diskusi interaktif guna menggali kendala yang dihadapi pengelola BUMDes di lapangan serta mencari solusi bersama. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan BUMDes mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemandirian desa secara berkelanjutan. 

Kegundahan Katak Mengadu Ke Ibunya

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap.

"Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap ?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya.
Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.
"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan.
Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi ? Apa itu yang kita tunggu-tunggu ? " tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.
"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang"tambahnya begitu menenangkan.
Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali !"
ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku !" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang ! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba
mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan.

Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang ! Horeeee...!"

▼ Hikmah ▼ 

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.
Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan.

Tetap Senyum dan Semangat

PELAJARAN HIDUP

MATEMATIKA HIDUP

1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS ?
2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS ?
3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS ?
Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

JAWABAN

1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya:
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.
Rumus matematikanya:
+ x – = -
– x + = -

3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya:
– x – = +

Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti yang bisa kita ambil sebagai Pelajaran Hidup.


TETAP SENYUM DAN SEMANGAT

CUBLAK SUWENG

CUBLAK-CUBLAK SUWENG 
Lagu Jawa Karya: Sunan Giri

Cublak-cublak suweng,
Suwenge teng gelenter,
Mambu ketundhung gudel,
Pak empo lera-lere, Sopo ngguyu ndhelikake,
Sir-sir pong dele kopong,
Sir , Pong Dele Kopong,

Arti dan falsafah lagu:
CUBLAK - CUBLAK SUWENG

1. Cublak - Cublak Suweng,
Cublak = tempat - Suweng adalah anting perhiasan (harta) wanita jawa.
Cublak - Cublak Suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu suweng (suwung, sepi, sejati) atau harta sejati.

2. Suwenge Teng Gelenter,
Suwenge Teng Gelenter = suweng berserakan, Harta sejati (kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

3. Mambu ketundhung Gudel,
Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau).
Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu, bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.

4. Pak Empo lera-lere,
Pak Empo (bapak ompong), Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan.
Meski hartanya berlimpah, ternyata itu harta palsu, bukan harta sejati (kebahagiaan sejati). Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

5. Sopo ngguyu ndhelikake,
Sopo ngguyu (siapa tertawa), Ndhelikake (dia yang menyembunyikan).
Ini menggambarkan bahwa, barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan TEMPAT HARTA SEJATI (tempat kebahagian sejati), dia adalah orang yang tersenyum,